Senin, 18 Februari 2019

SEKRETARIAT PPD DISTRIK GOA BALIM KAB. LANNY JAYA



Mulai Tahun ini saya membaca ada muncul  "SECRETARIAT" PPD Distrik ditingkat Kabupaten.

Dalam Rangka Panitia Pemilihan Distrik ditingkat desentrealisasi disetiap kabupaten kota provinsi Papua, Untuk menyukseskan proses penyelenggara pemilihan Anggota  (DPRD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dimana dalam kegiatan pemilihan seperti itu pentinya  menempatkan suatu kantor atau secretariat yang tetap dan tepat oleh Panitia Penyelenggaran Pemilihan Distrik, Agar supaya Panitia dipercayakan disitu dapat dipertangung jawab dengan betul-betul secara terangnya bersama hak  masyarakat ditempat, 
Untuk itu melihat sebelum tahun tahun politik yang dilakukan disana tidak seperti sedemikian karena apa disitulah muncul menjadi banyak pertanyaan Dan konflik memang itu sesunguhnya kepada semua pihak dan masyarakat, Maka dengan melihat hal itu tidak diteruskan seperti biasanya tetapi adanya perubahan Pradigma dalam proses kerja ini dilakukan salah satu Panitia dan bersama semua para Intelektual masyarakat Distrik Goa Balim Kabupaten Lanny Jaya tahun ini dapat dibuka dengan inisiatif forum sebagai secretariatnya, 
Sehingga terkait pentingnya ini secara langsung di Apresiasikannya dari Kepala Distrik Kuyawage,Wanobarat, dan sekalian menangkapi tegasnya kepada Bapak Bupati Lanny Jaya Bapak Befa Jigibalom, SE.M.Si diintruksikan kepada semua masing-masing PPD Distrik Kab.Lanny Jaya harus diikuti Kerja samanya salah satu contoh sudah dilakukan oleh Distrik Goa Balim Kuyawage sudah dibuka Agar tidak ada yang Sembuni Bekerja, Diskusi diJalan, diAngkut Logistic, tidak sasaran pada tempat, dan selalu perubahan Hasil Suara-Suara Murni dari Masyarakat telah diharapkan itu" Ujarnya. 
Sehingga dengan dilakukan langka baik ini terus kami menjaga bekerja, mendorong, dan menyukseskan hasil dari pada hak hak menetukan proses pemilihan oleh rakyat itu sendiri secara sehat dilaksanakan tahun pemilihan DPDR 2019 dan kedepan lebih baik Lagi.
Ujarnya NK Kamoro Wiru Umako Ketua PPD distrik Goa Balim  

Autakma Wmx 05 Februari 2019
Pukul: 15.00 (WIT)
Editor Yehezkiel Kogoya.

Rabu, 25 April 2018

‘UCAPAN SYUKUR KAMI’’

Orang Sukses mengawali dari dasar pertolongan dan rencana Tuhan yang mulia dan sejati adalah orang yang menyadari keberadaannya dihadapan Penciptanya. Karena ia sadar akan ketidaklayakannya, ia kasinya. Ia akan bersyukur saat kebahagiaan ia peroleh. Ia pun akan bersyukur menyadari bahwa hidupnya harus senantiasa diisi dengan ungkapan syukur atas
di kala berbagai permasalahan mendera hidup dalam kepemimpinannya.
Mengucap syukur dalam segala hal mungkin menjadi suatu nilai ideal yang hendak  dicapai setiap orang percaya. Tak jarang seorang Kristen tetap mengeluh di tengah  masalah yang melilitnya. Sebaliknya, tak jarang pula ia melupakan Tuhannya bila ia tidak sedang menghadapi  masalah. Mereka tahu kalau mereka harus bersyukur dalam segala hal. Kenyataannya, mereka tidak melakukannya. Lalu, apakah yang menyebabkan banyak orang sebaga ucapan Kristen seolah-olah lupa untuk menaikkan ucapan syukur mereka? Mengapa mereka terlihat sulit untuk melakukannya?

Salah satu alasan mengapa hal demikian terjadi adalah karena sebagian orang Kristen  tidakmemahami makna ucapan syukur yang sebenarnya. Pemahaman terhadap makna ucapan syukur merupakan hal yang penting bagi setiap orang  yang menerima berkat dan kasih dalam Tuhan. 
Oleh karena itu, beberapa pengertian ucapan yang dapat kami sampaikan diatas bahwa  sesngguhnya kami menjaga memlihara dan menikamati hasil dari pada yang dikasihi oleh Tuhan. Kami sangat menyalurkan ucapan syukur atas kasih dan rencana Tuhan
 yang begitu mulia pada terjadi kepada Domba atau masyarakat besar  Wanuga Kuyawage adalah salah satunya Wilayah dari Kabupaten Lanny Janny Jaya,  Ndugama, dan Puncak Papua, diantaranya Distrik baru yang masuk tahun 2013  dimemakarkan dari kabupaten Lanny Jaya adalah Nama Distrik Goa Balim di-Wanuga  daerah yang sering terkenal dan biasa terjadi Pusat Bencan Alam dan Kembanjiran Air Laut di (Wiru Abuk me Niyo Naregim-Wanuga­) yaitu daerah paling terkesan dan wilayah strategis artinya bentuk dan geografisnya memang seimbarat dengan bentuk Kuwali atau semacam petah bumi yang   luhur, jadinya kami sebagai masyarakat 
Distrik Goa Balim sangat mengucap syukur kepada Tuhan, Karena Kasih Tuhan ini  terjadi bukan Cuma-Cuma tetapi kami sangat pencaya bahwa sebelum Allah membentuk  Bumi sudah merencana dan membagikan dimana Tempat, Daerah, Gunung, Lembah,  dan menempatkan masyarakatnya, oleh Sebab itu kami sebagai masyarakat distrik  goa balim penuh dan syukur ucapan beberapa pihak yang memeberikan dan menyaakan  hasil ini suatu organisasi yang besar dapat kami mewujud peningkatan kesejahteraan dalam  sisi Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik yang berada di Daerah wanuga distrik  Goa Balim Kuyawage akan harap masyarakat bahwa mealui distrik ini akan semua  memenuhi kembutuhan yang bebara faktor yang kami disampaikan diatas. Maka kami Salam dan Hormat dari Alam, Masyarakat, Daerah Wanuga menyampaikan 

Kepada beberapa pihak

1.   Ucapak Syukur Kepada Tuhan Yang Punya Segala
2.      Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya
3.      Pemerintah Distrik Kuyawage
4.      Pemerintah Desa Wamitu-Wanuga
5.      Gereja Baptis Wanuga,Ngwilo Dan Melokon
6.      DPR Kuyawage Etty Kogoya
7.      DPR Kuyawage Yamas Telengen
8.      DPR Kuyawage Weyahutan Telenggen
9.      Tokoh Adat Kuyawage-Wanuga
10.  Toko Pemuda Kuywage-Wanuga
11.  Toko Gereja Kuyawage-Wanuga
12.  Pemerintah Kuyawage-Wanuga
13.  Intelektul Dan Profesional Kuywage-Wanuga
14.  Mahasiswa Kuyawage-Wanuga
15.  Dan Seluruh Lapisan Pemuka Masyarakat Distrik Goa Balim Kuyawage.

Bahwa melalui beberapa pihak yang dapat berkontibusi diata ini sehingga dapat memakarkan distrik baru kuyawage ada dua 2 diantaranya distrik goa balim,distrik dan distrik wano barat dari kabupaten lanny jaya, Diterbitkan padatanggal-Bulan-dan Tahun 2013/No.SK..../Provinsi Papua Kab. Lanny Jaya,
 Dengan ini kami sungguh dan harapa kepada kepemimpinan camat baru diangkat dan dilantik sebaga camat distrik goabalim-wanuga, oleh bapak paulus wenda, semoga bisa berjalan dalam proses kinerja nya sesuai dengan Visi Misi dan program kerja secarastruktul lengkap ditidakan kepada masyarakat goa balim-kuyawage bahwa perluhnya harus ada Perencanaan Pembanguna Distrik Dari Bawah Artinya Bottop Down Panning  ini
 meupakan serangkaian kegiatan musyawarah distrik ditingkat beberapa desa berjutuan agar   dimana kelemaan kebuhtuan dalam faktor Pembangunan Ekonomi, Pendidikan, Sosial, Budaya, Politik dan Gereja ,Pemerintah ditingkat dasar dari bawah bisa  mengetahui dimana harus perlu diperhatikan dan didorang pembangunannya itu, ada dalam iven memusawarah tersebut itu, dan juga banyak mengagedakan kegitan-kegiatan membantu progran distrik Goa Balim Kuyawage, agar melalui (MUSDIK) dapat mengahasilkan menjadi dimana diprioritaskan program utama dan soslusi membawah penganggaran dan pembangunan kepada masyarakat distrik goa balim kuywage, dapat da suatu konsep ini sungguh dan harapa dimana distri dan desa itu bisa membawah suatu perubahan yang total.

Itu harapan dan masukan kepada pemerintah Distrik Goa Balim agar konsep ini bisa mendorong dan melaksanakan menjadi kegiatan program distrik goa balim dan Kuyawage pada umumnya.


PESAN PENTINGNYA MAHASISWA GOA BALIM KUYAWAGE

Peran Mahasiswa Sebagai Agen of Change danSocial Control


Indonesia saat ini sedang dihadapi dengan problematika yang sangat rumit di segala bidang baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, moral dsb. Misalnya dalam bidang ekonomi seperti masih tingginya angka kemiskinan, korupsi merajalela, dilanjutkan lagi dalam bidang pendidikan seperti pendidikan yang tidak merata, banyaknya tawuran antar pelajar, dan pada bidang sosial seperti perang saudara, kriminalitas, dll. Serta yang paling krusial adalah demoralisasi yang terjadi di kalangan masyarakat baik di kalangan pejabat tinggi, wakil rakyat, mahasiswa, pelajar SMA bahkan pelajar SMP dan SD pun mengalami krisis moral tersebut. Sungguh dramatis dan miris sekali jika kita lihat sekarang di hampir semua layar kaca dan media informasi lain yang menayangkan bagaimana krisis moral ini sudah menular dan menggrogoti semua lapisan masyarakat dari para petinggi negara hingga para pemuda yang akan menjadi penerus bangsa di kemudian hari.
Demoralisasi tidak dipungkiri telah memasuki ranah mahasiswa, banyak kasus penyimpangan moral yang telah dilakukan mahasiswa seperti banyaknya masalah video porno, anarkisme, narkoba, seks bebas, dsb. Sedangkan kita tahu bahwa mahasiswa telah disiapkan menjadi penerus bangsa yang akan membangun, melanjutkan, dan memajukan bangsa indonesia kelak di masa depan. Mahasiswa lah yang menjadi bibit-bibit pejuang selanjutnya yang menjadi Agen of Change di segala bidang dan menjadi Social Control yang akan terus menjunjung tinggi keterbukaan dan transparansi dalam melaksanakan pemerintahan agar lebih mensejahterakan rakyatnya dan meminimalisir tingkat penyelewengan di tingkat aparatur negara.
Globalisasi adalah salah satu hal yang telah membentuk dan mencetak generasi muda di masa depan. Dengan adanya globalisasi dan banyaknya teknologi canggih yang ada dan mudahnya mengakses internet menjadi jalan mulus semakin tingginya demoralisasi mahasiswa.
Penulisan ini dimaksudkan untuk memberikan sedikit kontribusi terhadap upaya untuk merevitalisasi peran mahasiswa sebagai Agen of Change dan Social Control. Revitalisasi disini maksudnya adalah proses dan bagaimana cara kita mengoptimalkan kembali peran mahasiswa tersebut, dimana kita ketahui bahwa peran tersebut sedikit demi sedikit mengalami degradasi jika dibandingkan dengan mahasiswa pada zaman sebelum dan awal kemerdekaan, diawal kemerdekaan mahasiswa menjadi penggerak perubahan yang semula Indonesia menjadi negara jajahan banyak negara hingga menjadi negara merdeka hingga saat ini. Dan pada masa awal kemerdekaan dan orde baru menjadi Social Control bagi pemerintah yang tidak transparansi dan tidak adil dalam memegang amanah rakyat.
Untuk itu penulis ingin memberikan sebuah alternatif sederhana cara atau upaya untuk mengembalikan itu semua yaitu dengan rasa kebersyukuran sebagai langkah awal mahasiswa sebagai Agen of Change dan Social Control yang baik dan berkualitas. Mengapa rasa kebersyukuran? Karena sekarang ini kita tidak lagi menghadapi musuh dari luar yang berupa fisik tapi kita sedang menghadapi musuh dari dalam, yaitu diri sendiri dan nafsu. Syukur atau rasa kebersyukuran disini maksudnya adalahrasa terimakasih dan selalu merasa cukup terhadap apa yang dimilikinya dan yang tentunya telah didahului dengan usaha yang maksimal. Mahasiswa dengan rasa kebersyukuran pastinya di masa depan akan melahirkan para penerus bangsa yang bertanggung jawab dan tidak akan mudah menerima dan mengambil sesuatu yang tidak harus dimilikinya.
Mahasiswa yang sejak dini di tanamkan rasa kebersyukuran dan kelak akan menjadi pemimpin bangsa akan terus berusaha melakukan sesuatu dengan maksimal dan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Rasa kebersyukuran seperti pelengkap terhadap tingginya intelektualitas mahasiswa. Dengan adanya rasa kebersyukuran maka perubahan itu akan dengan sendirinya tumbuh baik dalam diri sendiri dan akan mengakibatkan perubahan dan manfaat pada orang lain dengan tidak menyelewengkan kekuasaan atau posisi yang sedang diduduki dan akan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dengan adanya rasa kebersyukuran diharapkan mahasiswa bisa menjalankan perannya dengan baik dan optimal yaitu sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dimasa sekarang maupun yang akan datang. Karena mahasiswa adalah warisan dan aset besar negara di masa depan.
Peran mahasiswa sebagai Agen of Change dan Social Control adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik dan akan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk dirinya sendiri, orang tua, teman-teman, orang-orang di sekitarnya dan untuk negara. Untuk diri sendiri manfaat sebagai Agen of Change adalah menjadikan kualitas diri semakin baik yaitu dengan rasa kebersyukuran, baik kualitas keimanan maupun hubungan sosial. Jadi, mahasiswa itu sebagai agen perubahan untuk dirinya terlebih dahulu baru terhadap yang hal lain, karena suatu perubahan itu tidak akan muncul sebelum kita sendir yang melakukannya. Karena dasar dari semua yang ada di dunia ini adalah manusia itu sendiri misalnya kecanggihan teknologi, itu semua dihasilkan dari potensi dasar yang telah diberikan oleh sang pencipta yaitu berupa akal dan otak yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Rasa kebersyukuran adalah satu cara meningktkan kualitas diri seseorang. Sedangkan sebagai social control adalah mahasiswa harus peka terhadap apa saja yang terjadi dalam dirnya terlebih lagi terhadap penyelewangan dan harus segera melakukan koreksi diri .


Untuk kedua orang tua, teman-teman, dan orang sekitar mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang lebih tinggi tingkatannya dari penjelasan yang tadi, jadi mahasiswa itu selain harus memberikan manfaat untuk diri sendiri ia harus memberikan manfaat kepada orang-orang yang ada disekitarnya juga. Dan tentunya hal tersebut tidak bisa kita pisahkan dari rasa kebersyukuran. Mengapa? Karena rasa kebersyukuran akan menghindari kita dari konflik sosial ataupun kecemburuan sosial yang akan merusak hubungan antar sesama seperti dan pastinya jika tidak ada hubungan baik maka tidak akan ada saling memberikan manfaat. Sebagai social control di dalam keluarga atau orang-orang sekitar kita juga tetap harus tetap mengamati perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dan sebaiknya memberikan penyelesaian dan solusi yang baik jika ada suatu masalah.
Dan yang paling penting adalah peran mahasiswa sebagai Agen of Change untuk negara kita tercinta yaitu Indonesia. Peran mahasiswa sebagai Agen of Change sangat luas kajiannya, yaitu bisa agen perubahan dalam pendidikan, pembangunan ekonomi, pemberdayaan sosial, pengabdian masyarakat, dan masih banyak lagi. Jika dilihat lagi mahasiswa pada zaman sebelum dan sesudah kemerdekaan sangat jauh perbedaannya, selain sudah berbeda situasinya yang dahulunya melawan bangsa orang lain sedangkan sekarang melawan bangsa sendiri. Jadi peran mahasiswa disini adalah menanamkan dasar atau pondasi sebelum menjadi Agen of Change yaitu dengan rasa kebersyukuran. Untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat. Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.
Penyebab peran mahasiswa tersebut tidak optimal menurut saya faktornya ada dua yaitu faktor internal dan external. Pertama, dari faktor Internal atau dalam diri mahasiswa itu sendiri adalah kurangnya rasa kesadaran yang dimiliki untuk melakukan perubahan pada diri sendirinya dahulu. Karena saya yakin tidak akan terjadi perubahan di sekeliling kita sebelum kita yang melakukan perubahan terlebih dahulu. Masih tingginya rasa apatis mahasiswa terhadap problematika negara saat ini. Dan masih banyaknya mahasiswa yang tidak tahu tujuannya untuk menjadi mahasiswa, masih banyak yang malas-malasan dalam kuliah karena jatah kuliah 75 % takut mubadzir katanya, dll. Dan yang kedua adalah faktor eksternal yaitu adanya globaliasasi dan modernisasi yaitu kemajuan teknologi, sifat konsumtif, informasi yang tidak dapat di saring, dampak negatif lainnya. Dengan adanya kemajuan teknologi ini kemudahan mengakses internet menjadi sarana terbuka lebar untuk membuka situs-situs yang tidak seharusnya menjadi konsumsi umum. Untuk itu rasa kebersyukuran disi sangatlah penting untuk menghindari hal-hal tersebut. Mahasiswa dengan rasa kebersyukuran akan selalu memikirkan apa yang telah ia dapatkan dan tidak sempat melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.
Jadi, marilah kita sebagai penerus dan harapan bangsa di masa depan dapat menjadikan rasa kebersyukuran ini sebagai dasar dan pondasi dalam pengoptimalan peran mahasiswa sebagai Agen of Change danSocial Control yang baik dan berkualitas. Dan bayangkan apa yang terjadi jika semua pemerintah dan petinggi negara memiliki dasar yang baik dalam membangun bangsa? Tidak akan ada lagi masyarakat yang hidup dengan kemiskinan, memakan nasi basi yang dikeringkan dan banyak lagi hal-hal miris yang diakibatkan oleh para pemimpin negara yang tega mengambil hak yang bukan miliknya.


PESAN SINGKAT DARI 
MAHASISWA  KHUSUS DARI DISTRIK GOA BALIM KAB. LANNY JAYA WANUGA SE-INDONESIA 




Minggu, 17 Juli 2016

Penjabat Bupati Lanny Jaya Jadi Tersangka Korupsi


 Berhati-Hati-------------------

Kejaksaan Tinggi Papua menetapkan penjabat Bupati Lanny Jaya, Papua, John Way, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana pemilihan umum kepala daerah senilai Rp 12,4 miliar. Kasus ini juga diduga melibatkan lima pejabat di lingkungan pemerintah daerah setempat.
"Ketua KPU Lanny Jaya Abenius Wenda dan Sekretaris KPU Esben Wakerkwa telah kami tahan dan dititipkan di Rutan Polda Papua hari ini," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Leo R.T. Panjaitan di Jayapura kemarin.
Sedangkan John hingga kini belum ditahan. Dia masih dicari pihak Kejaksaan bersama tiga pejabat lainnya. "Dana pemilukada ini dihabiskan dari kas daerah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Leo. Mereka, Leo melanjutkan, akan dijerat Undang-Undang Korupsi dengan ancaman hingga 20 tahun penjara.
Dengan ditetapkannya John sebagai tersangka, pihak Kejaksaan akan segera mengirim surat kepada Gubernur Papua Barnabas Suebu agar dapat memilih pengganti John. "Surat itu, bertujuan agar penangkapan John Way tidak mengganggu proses pemilukada kabupaten setempat. Dia kan caretaker bupati yang tugasnya mengawal pemilukada," ujar Leo. Dia berharap Gubernur bisa memilih pengganti John.
Sementara itu, KPU Papua optimistis pemilukada di Kabupaten Lanny Jaya tak terpengaruh oleh penangkapan ketua dan sekretaris KPUD oleh Kejaksaan Tinggi karena dugaan korupsi tersebut.
Anggota KPU Papua, Hasjim Sangadi, mengatakan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya tetap akan dilaksanakan pada 24 Juni mendatang. "Kami akan mengirim satu anggota kami ke Lanny Jaya untuk menggantikan sementara posisi Ketua dan Sekretaris KPU yang sedang dalam proses hukum."
KPU Papua yakin, dengan mengirim satu anggota ke Lanny Jaya, maka proses pemilukada tetap berjalan normal. "Jadi, empat orang bisa pleno, sebab syarat pleno minimal dihadiri empat anggota. Saat ini surat suara sudah ada. Kalau terlambat, akan menjadi masalah lagi," katanya. CUNDING LEVI
Sumber: Koran Tempo, 11 Juni 2016

Selasa, 10 Mei 2016

Projeck (PMB BBI) Pendidikan Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu yang dilakukan oleh Tim Program PMB-BBI dari SIL Internasional Indonesia yang berlangsung di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya.


Ketua Tim Program PMB-BBI dari SIL Internasional Indonesia, Dr. Joost Pikkert saat memberikan pemahaman kepada 30 guru PAUD yang ada di Distrik Kuyawage, Lanny Jaya – Jubi/Roy Ratumakin.
Jayapura, Jubi – Sebanyak 30 guru dididik Program Pendidikan Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMB-BBI) yang dilakukan oleh Tim Program PMB-BBI dari SIL Internasional Indonesia yang berlangsung di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya.
Dimana, 13 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lanny Jaya akan menjadi pilot projek penerapan PMB-BBI. Awalnya anak-anak mulai belajar menggunakan bahasa ibu di kelas-kelas awal dan kemudian secara bertahap belajar menggunakan bahasa Indonesia secara keseluruhan.
Ketua Tim Program PMB-BBI dari SIL Internasional Indonesia, Dr. Joost Pikkert kepada Jubi, Kamis (25/2/2016) di Kuyawage mengatakan, pihaknya akan mengajar anak-anak di Distrik Kuayawage yang menjadi pilot projek awal bagaimana belajar dengan menggunakan bahasan ibu mereka (bahasa Lani-red) karena secara psikologis anak-anak belum siap belajar bahasa lain di luar.
“PAUD dan SD di sini merupakan pertama kali di Indonesia yang menerapkan pembelajaran menggunakan bahasa ibu. Kami berharap semuanya berjalan dengan baik, karena anak-anak di sini kemampuan mereka tidak sama dengan anak-anak di kota,” katanya.
Pikkert mencontohkan, anak kelas lima di Kuyawage kemampuannya sama dengan anak kelas dua di Kota. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua menerapkan PMB-BBI untuk anak-anak di sana agar bisa bersaing dengan anak-anak kota lainnya.
“Memang sulit, tetapi kami harus memulainya. Di Kuayawage, hampir 65 persen guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di kelas dan hanya 20 persen guru yang menggunakan bahasa Lani dan mudah dipahami secara umum,” ujarnya.
Pikkert menambahkan, selama empat hari mendatang pihaknya akan memberikan workshop kepada sedikitnya 30 guru PAUD dan SD untuk bagaimana menggunakan kurikulum yang sudah ada, namun menurutnya kurikulum ini masih dalam tahap uji coba.
“Daerah ini sangat terisolir dan sering dilupakan. Kami harap dengan program yang menggunakan dua bahasa (bahasa Lani dan Indonesia-red) dapat menjadi jembatan untuk daerah lain selain Kabupaten Lanny Jaya,” katanya.
Program tersebut juga akan berlanjut selama lima tahun, dimana mulai dari PAUD hingga ke tingkat SD. “Kami berharap, selama empat hari kedepan kami dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat dan juga guru-guru bagaimana menggunakan kurikulum yang sudah disiapkan, sesudah itu kami akan mengikuti para guru untuk mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan dalam workshop ini terhadap anak didiknya di setiap PAUD yang ada di Lanny Jaya,” ujarnya.
Dijelaskan, memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyukseskan program tersebut karena dari letak geografis dari satu PAUD ke PAUD yang lain cukup jauh yang hanya ditempuh dengan jalan kaki. “Paling jauh kami harus berjalan kami itu sampai 9-12 jam perjalanan. Kalau paling jauh, kami harus menginap dijalan,” katanya.
Di tempat yang sama Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Desman Kogoya mengatakan, kegiatan ini merupakan yang pertama kali di lakukan di Papua dan Distrik Kuayawage rupakan distrik pertama dilakukannya pengajaran berbasis bahasa ibu.
“Terdapat bukti-bukti menarik yang menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa, menekan angka putus sekolah, dan meningkatkan pembelajaran dalam kurikulum, sehingga mendorong efisien pendidikan serta mencegah punahnya keanekaragaman bahasa dan budaya di Papua,” katanya.
Desman berharap apa yang menjadi program pemerintah yang bekerja sama dengan pihak SIL Internasional Indonesia dapat berjalan dengan lancar sehingga membangun SDM Papua khususnya anak-anak Kuyawage lebih baik lagi kedepannya.
“Kita harus terus mendukung program-program strategis seperti ini, sebab pendidikan tingkat PAUD dan SD adalah kunci peningkatan SDM Papua kedepan,” ujarnya. (Roy Ratumakin)